Meulaboh — Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dwi Purwanto, memastikan pemerintah pusat akan segera melakukan pengerjaan sejumlah ruas lahan di kawasan Irigasi Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Dwi Purwanto saat meninjau kondisi lapangan Irigasi Lhok Guci bersama Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Rabu (22/10/2025). “Hari ini kita akan menyelesaikan tiga ruas, yaitu sebelah kanan, bawah, dan kiri. Kita akan pilih daerah irigasi yang benar-benar berada di wilayah permukaan, bukan daerah rawa,” ujar Dwi Purwanto. BACA JUGA. BUMDes Mitra Mandiri Desa Sanggi Fokus Kembangkan Budidaya Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan Ia menjelaskan, total luas lahan yang akan dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2026–2027 mencapai sekitar 1.100 hektare. Setelah tahap tersebut, pengerjaan akan dilanjutkan ke sisi sebelah kiri dengan cakupan sekitar 3.000 hingga 4.000 hektare. “Harapan kami, pembangunan ini dapat memberikan output dan outcome yang jelas, baik untuk keberlanjutan sistem irigasi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Terkait rencana pembangunan kolam retensi di Aceh Barat, Dwi menyebut pihaknya akan menurunkan tim teknis khusus guna melakukan peninjauan ulang terhadap desain yang sudah ada. BACA JUGA MPAL Farifki Tak Memiliki Legalitas, H. Maulana Raja Niti Sebut Lembaga Adat Bodong “Desainnya masih bersifat dasar, sehingga perlu direview kembali karena berkaitan langsung dengan wilayah pantai dan sungai. Kami akan melibatkan Balai Pantai dan Sungai agar hasilnya optimal,” jelasnya. Selain itu, Dwi juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Bupati Aceh Barat, untuk meninjau langsung hasil pembangunan kolam retensi yang telah berhasil diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai referensi pengembangan. Ia menegaskan, keberadaan Irigasi Lhok Guci dan kolam retensi di Aceh Barat diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi risiko banjir di wilayah setempat. “Pemerintah berharap pembangunan ini menjadi solusi nyata bagi para petani dan masyarakat Aceh Barat dalam mengelola air dan mengoptimalkan lahan pertanian,” pungkasnya. (Pewarta: Muhibbul Jamil) Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Masyarakat Adat Halangan Ratu Nilai Pemasangan Plang oleh PTPN I Regional 7 Tidak Tepat Lokasi Ketua Laskar Merah Putih Pesawaran Kunjungi Gina, Korban Bully yang Viral: Kedua Pihak Saling Memaafkan