Pesawaran — Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Pesawaran, Samsul Bahri, melakukan kunjungan ke kediaman Gina, siswi SMPN 13 Bandar Lampung yang sempat menjadi perhatian publik setelah video dugaan perundungan (bullying) terhadap dirinya viral di media sosial.

Kunjungan berlangsung di Dusun Margo Rejo, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan moral dari Laskar Merah Putih terhadap korban. Hadir dalam kesempatan tersebut pihak sekolah, antara lain kepala sekolah, wali kelas, serta tiga orang guru pendamping.

“Kedatangan kami bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memberikan motivasi kepada adik Gina agar tetap semangat dan melanjutkan pendidikannya. Alhamdulillah, pertemuan berjalan dengan baik dan kedua belah pihak telah saling memaafkan,” ujar Samsul Bahri.

Ia menjelaskan, pihak sekolah telah memberikan klarifikasi bahwa tidak pernah ada keputusan pemberhentian terhadap Gina, serta menegaskan tidak ada guru yang menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar luas di media sosial.
“Pihak sekolah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.

BACA JUGA

Dirjen SDA Kementerian PU Tinjau Irigasi Lhok Guci, Pusat Siapkan Pengerjaan 1.100 Hektare Lahan Irigasi di Aceh Barat

Sementara itu, ibu Gina, Misna Megawati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua LMP Pesawaran atas perhatian dan dukungannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Samsul yang datang langsung melihat kondisi Gina. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bersama agar tidak terjadi lagi di dunia pendidikan,” ucapnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan suasana haru saat pihak sekolah dan keluarga Gina saling memaafkan serta berpelukan. Momen tersebut menjadi penanda perdamaian dan klarifikasi atas isu yang sempat memanas di ruang publik.

Ketua LMP Pesawaran menekankan bahwa kasus ini harus menjadi evaluasi bagi semua pihak, khususnya para tenaga pendidik, agar lebih memperhatikan kondisi psikologis dan sosial siswa.

“Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing, memahami, serta menguatkan karakter peserta didik. Setiap anak memiliki latar belakang berbeda, dan hal itu perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.

BACA JUGA.

Masyarakat Adat Halangan Ratu Nilai Pemasangan Plang oleh PTPN I Regional 7 Tidak Tepat Lokasi

Selain itu, Samsul Bahri juga mendorong Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesawaran untuk turut memberikan pendampingan dan motivasi kepada Gina beserta keluarganya.
“Kami berharap dinas terkait dapat hadir memberikan dukungan moral agar Gina merasa diperhatikan dan kembali bersemangat menempuh pendidikan,” tutupnya.

Kunjungan Ketua LMP Pesawaran ini menjadi momentum pemulihan dan perdamaian, sekaligus mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

RIS

Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *