Bandar Lampung — Suasana internal Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mendadak memanas. Isu pemotongan uang bonus pegawai mencuat dan menjadi perbincangan hangat, bahkan sampai muncul ke ruang publik lewat status WhatsApp pribadi salah satu pejabatnya. ML, pejabat yang bertugas sebagai Koordinator Gerai Samsat Drive Thru di Lapangan Korpri Bandar Lampung, mengunggah curhatan soal pemotongan bonus melalui status WA miliknya. Unggahan tersebut mengundang pertanyaan luas, termasuk dari rekan sesama pegawai dan masyarakat yang mengetahui status tersebut. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp ke nomor 08117200xx, Sabtu 12 Juli 2025, ML enggan memberikan jawaban secara tegas. Ia justru menanggapi dengan nada tanya yang memunculkan tafsir beragam. “Mesin apa yang rusak? Banyak mesin, ada yang untuk hitung uang, ada mesin cetak,” balasnya singkat. BACA JUGA Proyek SPAM Gagal Total di Way Khilau dan Kedondong, Proyek DAK Fisik 2022 Diduga Dirampas Dinas PUPR Pesawaran Tanpa Dasar Hukum Dari penelusuran wartawan di lapangan, pemotongan uang bonus itu disebut-sebut berkaitan dengan kerusakan mesin di gerai Drive Thru Samsat Lapangan Korpri. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan kronologi maupun dasar kebijakan pemotongan bonus tersebut. Menanggapi isu yang beredar, Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Slamet Riadi, dengan tegas membantah tudingan itu. Ia menyebut informasi yang berkembang tidak berdasar dan mencoreng etika. “Waduh, mana ada itu. Isu yang sangat tidak beradab,” tegas Slamet saat dikonfirmasi via WhatsApp di hari yang sama. Situasi ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang transparansi pengelolaan insentif dan kesejahteraan pegawai di lingkungan Bapenda Lampung. Belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang soal validitas pemotongan maupun mekanisme pemberian bonus tersebut. (Hendrik) Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Surat Ombudsman RI Lampung Terkait Pengaduan Dana Desa Pekondoh Guncang Publik, Masyarakat Nilai Sistem Pengawasan Lumpuh oleh Aturan Pensiunan Jenderal Bintang Satu Protes Struktur KONI Lampung: “Langgar AD/ART, Jangan Abaikan Mantan Ketua