Pesawaran, – Dikabarkan, ratusan perangkat desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesawaran akan menggelar aksi damai di kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Pesawaran. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pembayaran insentif atau penghasilan tetap (siltap) yang telah tertunggak selama bertahun-tahun. Berdasarkan data sementara, jumlah peserta aksi damai yang telah terdaftar antara lain: 1. Way Ratai – 50 orang 2. Tegineneng – 50 orang 3. Marga Punduh – 50 orang 4. Gedong Tataan – 190 orang 5. Negeri Katon – 135 orang 6. Kedondong – 50 orang 7. Way Lima – 120 orang 8. Way Khilau – 88 orang BACA JUGA. Kasus FC Ijazah Palsu di Pekondoh, Pelapor Menjelaskan: “Tidak Akan Masuk Angin” Aksi damai ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Februari 2025 ini, dengan titik kumpul di depan kantor Pemda Pesawaran. Para perangkat desa berharap pemerintah segera merealisasikan pembayaran insentif yang tertunda. Namun, dalam perkembangan terbaru, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pesawaran telah mengundang perwakilan atau pentolan aksi damai untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan tersebut, pihak PMD berjanji akan segera membayarkan siltap bulan ini, yang tertunda. Rabu.12/02. Meski demikian, hingga saat ini Dinas PMD Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait pembatalan aksi damai maupun mekanisme pembayaran insentif yang dijanjikan. Para perangkat desa masih menunggu kepastian realisasi pembayaran tersebut. Mereka berharap Pemda Pesawaran benar-benar menepati janji agar tidak ada lagi keterlambatan dalam pembayaran hak mereka di masa mendatang. Aksi ini menjadi bentuk perjuangan perangkat desa dalam menuntut hak mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa. Keputusan terkait aksi damai ini akan bergantung pada tindak lanjut pemerintah dalam memenuhi tuntutan perangkat desa. INS. Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Dua Warga Hanau Berak Padang Cermin Dilaporkan atas Pemerasan Rp 10 Juta terhadap Warga Gunung Rejo Lapor Pak Kejati…!!! Belum 1 Tahun Dikerjakan, Proyek Jalan 4,7 Miliar di Desa Sukajaya Lempasing Sudah Rusak .