Meulaboh, – Seorang warga di Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, telah melakukan uji coba alat perangkap tupai tradisional. Perangkap ini dibuat menggunakan bahan sederhana, yaitu sepotong pipa kecil, belahan bambu, dan belahan rotan yang berfungsi sebagai tali penyepit.

Menurut pengakuan masyarakat Gampong Ladang kepada Aceh Ground pada 31 Januari, populasi tupai di daerah mereka sangat banyak dan sering mengganggu tanaman perkebunan. Tupai-tupai ini kerap merusak buah cokelat, kelapa, serta durian saat musim panen tiba. Akibatnya, warga merasa perlu mengambil langkah untuk mengusir atau menangkap hewan tersebut agar hasil pertanian tetap aman.

BACA JUGA.

Kasus Lanjut : Kepastian Hukum Pemalsuan Dokumen Perangkat Desa Pekondoh Way Lima Masih Ditunggu, Masyarakat Akan Koordinasi ke Dirkrimum Polda Lampung dan Ombudsman RI

Keberadaan perangkap tupai ini menjadi harapan bagi masyarakat untuk mengurangi gangguan hama secara alami dan sederhana. Jika perangkap ini terbukti efektif, warga berencana untuk membuatnya dalam jumlah lebih banyak agar buah-buahan tetap terjaga hingga panen tiba.

Hingga berita ini dirumuskan, uji coba perangkap masih terus dilakukan guna memastikan efektivitasnya dalam menangkap tupai.

(MIL)

Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *