Bogor — Di tengah riuhnya semangat kebangsaan yang berkobar di markas latihan elite Brimob, Cikeas, Komandan Korps Brimob Polri (Dankorbrimob) Komjen Pol Imam Widodo melontarkan instruksi yang menggugah: anak-anak Polri harus berdiri di garda depan, bukan hanya dalam narasi, tapi dalam aksi nyata membangun negeri.
Di hadapan lebih dari seribu kader muda Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) yang datang dari Sabang hingga Merauke, Jenderal bintang tiga itu menyuarakan harapan besar agar generasi Bhayangkara ikut menyukseskan program nasional ketahanan pangan, khususnya dalam gerakan penanaman jagung secara massif dan terorganisir.
“Ada program ketahanan pangan, tanam jagung. Silakan KBPP Polri dari Sabang sampai Merauke berkoordinasi dengan Dansat Brimob di wilayah masing-masing. Jangan hanya bernarasi. Tunjukkan aksi. Anak-anak Polri harus jadi pelaku perubahan,” tegas Komjen Imam Widodo, Jumat, 24 Juli 2025.

BACA JUGA.

Proyek SPAM Rp8 Miliar Gagal, LSM KPK-RI DPD Lampung Akan Surati KPK Pusat dan Presiden Minta Turun Periksa Dugaan Korupsi

Instruksi sang Jenderal langsung menuai respons cepat dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari Provinsi Lampung. Ketua KBPP Polri Lampung, Dr. Fauzi, menyambut instruksi tersebut dengan penuh komitmen dan kesiapan nyata.
“Insya Allah, KBPP Polri Lampung tidak akan tinggal diam. Kami siap bergerak, berkoordinasi dengan Kapolda dan Dansat Brimob Lampung untuk segera ambil bagian dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Kami tidak ingin hanya terdengar lewat kata-kata, tapi hadir lewat tindakan,” tegas Fauzi penuh semangat.

BACA JUGA.

Polres Pesawaran Mulai Proses Pemeriksaan Kasus DD Bidang Hidroponik Desa Pekondoh

Kegiatan kaderisasi nasional yang digelar di Satuan Latihan Brimob Bogor ini bukan sekadar upacara tahunan. Ini adalah panggilan untuk membangun kader yang kuat, berani, dan siap mengemban amanah sebagai pelindung bangsa. Sebuah momentum lima tahunan yang sarat makna dan arah masa depan.
Ketua Umum KBPP Polri, Evita Nursanty, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi ini adalah investasi strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi dan memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air.
“Kita ingin membentuk generasi Bhayangkara sejati—tangguh, kuat, pelindung. Mereka harus menjadi bagian utuh dari solusi bangsa. Kita ingin kader yang tidak hanya siap meneruskan organisasi, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Evita, yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
Dengan semangat solid, loyal, dan komitmen kebangsaan yang tinggi, KBPP Polri tak lagi hanya hadir di balik layar. Mereka siap menjadi bagian dari garda terdepan perubahan — dari ladang jagung hingga panggung kebijakan — menunjukkan bahwa darah Bhayangkara yang mengalir dalam diri mereka bukan hanya simbol, tapi tekad untuk mengabdi kepada Ibu Pertiwi.
Hendrik Iskandar.
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *