Tanggamus (Bintang Pesawaran) – Dianggap nasibnya tidak diperhatikan oleh Pemerintah, yang  sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai honorer dilingkup Pemkab Tanggamus.
 Ratusan tenaga honorer dari katagori R2 dan R3 menggelar demonstrasi di lapangan pemerintah kabupaten setempat, pada Rabu 15 Januari 2025.
Mereka berasal dari berbagai instansi sebagai pegawai honorer dilingkup Pemkab setempat, diantaranya ada yang berprofesi sebagai tenaga teknis administrasi, tenaga kesehatan, tenaga pendidik (guru,red),  maupun yang sudah mengabdi di Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja serta di Kantor Kecamatan Kabupaten Tanggamus. 
 
Para tenaga honorer tersebut, menuntut penyelesaian nasib kerja dan pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2024.
Kordinator lapangan (Korlap) Sarjio juga menuntut ke pemerintah daerah, agar  menyelesaikan segera mungkin : 
1. Segera sahkan RPP manajemen ASN turunan UU 20 tahun 2023 tentang ASN dan mengakomodasi honorer database BKN (R2, R3) dalam sistem PPPK penuh waktu bukan hanya paruh waktu.
2.Terbitkan Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan tenaga non-ASN database BKN ke PPPK full time.
3.Menolak rekrutmen CPNS 2025 sebelum pengangkatan non-ASN database BKN (R2, R3) sebagai PPPK full time.
4.Segera revisi UU 1 tahun 2022 tentang hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah yang mengatur tidak boleh melewati 30% belanja pegawai. Honorer meminta agar dilakukan revisi yang memberikan ruang lebih besar bagi pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS atau PPPK.
5.Tenaga non-ASN database BKN (R2, R3) menolak diangkat sebagai PPPK paruh waktu dan meminta agar status honorer dinaikkan menjadi PPPK penuh waktu.
6.Pengangkatan non-ASN database BKN (R2, R3) wajib berdasarkan masa kerja, serta menuntut agar pengangkatan sebagai PPPK full time didasarkan pada masa kerja yang panjang dan kontribusi nyata di berbagai sektor.
“Sudah bertahun-tahun mereka mengabdi sebagai honorer, ada yang 25 tahun, 15 tahun, namun nasib mereka belum jelas atau tidak diperhatikan nasibnya, apakah akan diangkat atau tidak. Oleh karena itu, saya, atas nama perwakilan dari ratusan tenaga honorer di lingkup Pemkab Tanggamus, berharap agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ini,”ungkap Sarjio disela-sela orasinya, saat diwawancarai oleh sejumlah awak media.
Dalam hal ini, menurut Sarjio, selama ini para tenaga honorer (forum honorer,red) tidak pernah menggelar aksi. “Ya mas, selama ini mereka tidak pernah demo, karena mereka selalu mengikuti arahan dari pimpinan dan selalu bekerja mengabdi sebagai pelayan masyarakat dengan harapan Pemerintah daerah akan memperhatikan nasib mereka dan mengangkat mereka menjadi pegawai penuh waktu (PPPK,red).
Sementara itu, salah satu peserta aksi dari tenaga kesehatan menyampaikan, bahwa kami hanya meminta keadilan dan kepastian atas masa depan kami dan pemerintah harus mendengar suara kami. “Kami berharap bisa diangkat sebagai pegawai PPPK penuh, karena kami sudah mengabdikan diri selama belasan tahun dan sampai sekarang belum ada kejelasan,”pungkasnya. (Suhaili)
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *