Pesawaran, Lampung – Kebijakan pemblokiran 70.000 BPJS Kesehatan di Kabupaten Pesawaran menjadi tamparan keras bagi masyarakat yang kini harus menghadapi dampak serius, termasuk penelantaran pasien di RSUD Pesawaran. Salah satu korban adalah warga Desa Cipadang, Gedong Tataan, yang harus menanggung penderitaan akibat kegagalan pemerintah daerah dalam memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Ketua harian Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP), Muallim Taher, dengan lantang menyuarakan kekecewaannya terhadap Bupati Pesawaran. Dalam pernyataan tegasnya, ia mengutuk kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat dan menilai tindakan ini mencemarkan nama baik Pesawaran. “Kami mendirikan Kabupaten Pesawaran untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk pemimpin yang sibuk memuji dirinya sendiri. Kalau dia hanya ingin memuja-muji dirinya, jangan masuk ke Pesawaran. Tetapi jika niatnya mensejahterakan masyarakat, kami persilakan. Penelantaran pasien di RSUD Pesawaran ini adalah tindakan biadab yang tidak diterima dalam Islam maupun nilai kemanusiaan,” ujar Muallim Taher pada 05/01/25. BACA JUGA. Polda Lampung Minggu Ini Panggil Ahli Pidana, Tindak Lanjut Kasus Dokumen Palsu Perangkat Desa Pekondoh Lebih jauh, ia menyebut bahwa pemblokiran BPJS ini merupakan bukti nyata kegagalan bupati dalam membangun Pesawaran. “Bagaimana mungkin layanan kesehatan yang menjadi hak dasar masyarakat bisa terputus? Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bupati tidak mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan rakyat. Kebijakan ini adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap masyarakat yang telah memilihnya,” tambahnya dengan nada geram. Indikasi Kegagalan Kepemimpinan Pemblokiran BPJS yang memengaruhi puluhan ribu masyarakat Pesawaran menjadi salah satu indikator buruknya tata kelola pemerintahan kabupaten. Warga yang menggantungkan hidup pada fasilitas kesehatan kini harus mencari alternatif mahal yang sulit dijangkau. “Pemimpin yang gagal tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik. Pemerintah daerah seharusnya bekerja untuk rakyat, bukan untuk menciptakan penderitaan,” kata Muallim. Tuntutan dan Harapan Masyarakat Masyarakat mendesak agar layanan BPJS segera dipulihkan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait, termasuk Bupati Pesawaran. Mereka berharap ada perbaikan mendasar dalam kebijakan kesehatan untuk mencegah insiden serupa terulang. BACA JUGA. Intel Kejari Pesawaran Diharapkan Segera Melimpahkan Berkas Kasus Gaji Perangkat Desa Pekondoh ke Fidsus Hingga saat ini, pihak RSUD Pesawaran maupun pemerintah kabupaten belum memberikan tanggapan resmi atas peristiwa ini. Namun, tekanan publik semakin kuat, menuntut perubahan nyata dari pemerintah daerah yang selama ini dinilai hanya sibuk dengan pencitraan tanpa memberikan solusi. Catatan Kritis Kejadian ini menjadi cermin kegagalan pemerintahan yang hanya mengutamakan kepentingan politik dan birokrasi di atas kebutuhan rakyat. Pesawaran, yang didirikan untuk kesejahteraan warganya, kini terancam menjadi simbol penderitaan akibat pemimpin yang tidak peduli. Pesan masyarakat jelas: cukup sudah! Pesawaran butuh pemimpin yang hadir untuk rakyat, bukan untuk dirinya sendiri. TIM Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Diduga Anak di Bawah Umur Dianiaya Oleh Oknum Pengasuh Pesantren, Orang Tua Korban Lapor Polisi Konflik Agraria di Lampung Memanas: Presiden Diminta Bertindak Tegas, Warga Desa Natar Terancam Kehilangan Hak