Bandar lampung. Pekerjaan Pembangunan  cor rabat beton di Jln, M. Azizi Gg. Perintis 3 Sukarame baru, Kec sukarame Kota Bandar lampung, baru rampung sudah terlihat retak dan hancur, akibat kualitas  rendah dan menuai kecaman dari warga.
Hasil pantauan  media di lapangan, dampak dari retak dan hancurnya rabat beton tersebut, karena bahan matrial yang di gunakan sangat rendah, seperti banyaknya pasir dari pada semen dan proses campuran batu spelitnya minim sehingga cor rabat beton rapuh dan mudah retak.
Selain itu, pemadatan tanahnya juga terlihat kurang  sehingga kedudukan rabat tersebut tidak maksimal, hingga rabat beton ini berpotensi tidak akan bertahan cukup lama karena kualitasnya redah sekali dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis yang ada.
Menurut informasi yang di dapat oleh media, proyek tersebut berasal dari Dinas pekerjaan umum (PU) kota Bandar lampung.

BACA JUGA.

Korban Pengrusakan Rumah di Desa Poncorejo Way Ratai Resmi Buat Laporan Polisi

Kapolda Lampung Diminta Beri Atensi Serius Reskrimum Tangkap Preman Berkedok LSM Diduga Peras Warga Pesawaran

Susi warga setempat, saat ditemui di lokasi dirinya mengatakan awalnya saya merasa senang karena jalan ini sudah dibangun, naman setelah saya melihat jalan cor ini sudah mulai retak-retak saya sangat kecewa.
Juga Pak Andri, mengira kehadiran kami untuk memperbaiki cor yang retak ” saya kira Poto Poto tadi pak mau memperbaiki jalan pecah pecah itu, ungkap beliau”
Ia bang padahal  jalan cor ini baru selesai enam hari yang lalu, bukannya saya tidak berterima kasih atas dibangunnya jalan ini, namun kok baru selesai sudah retak dan hancur begini, harapan kami warga disini, agar jalan cor ini di perbaiki dengan baguslah, jangan jelek dan rusak begini. ucapnya.”
Hal serupa juga di ungkap salah seorang warga sekitar yang namanya tak mau disebut, waktu baru satu hari, dua hari jalan cor ini belum terlihat retak dan rusak begini, tapi setelah beberapa hari kemudian sudah nampak rusak, ini kualitasnya buruk sekali, saya minta di perbaiki segera, dibongkar yang bagian retaknya, banyakin semen jadi seimbang dengan pasir dan batu spelitnya.” Ujarnya. Sabtu. 27 -12-25. “
 Kepada pemerintah terkait dan kejaksaan / lembaga yang berwenang diminta turun kelapangan melihat pekerjaan jalan ini, dan kalau ada penyimpangan / praktek korupsi segera di tindaklanjuti, agar kedepannya kerjaan mereka tidak asal jadi.
(Tim)
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *