Tanggamus — Pembangunan infrastruktur jalan di daerah terpencil kembali membuktikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Kali ini, giliran Pekon Paku, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus yang menikmati hasil pembangunan yang dinanti-nantikan selama bertahun-tahun.
Proyek prestisius ini mencakup pekerjaan rekonstruksi jalan ruas SP Telek Kiluan – SP Umbar (INK.920) dengan panjang 850 meter jalan rabat beton dan 850 meter talut penahan tanah yang kokoh. Proyek ini telah memberi harapan dan membangkitkan semangat warga Kelumbayan untuk terus maju dan berkembang.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Karang Baru Pratama, dengan supervisi dari CV Alam Lembayung, berdasarkan kontrak No: 600/KTR-FPK-K.12.31.N-044/V.03/III/2025 tertanggal 7 Maret 2025, dengan nilai anggaran Rp14.858.950.000 (empat belas miliar delapan ratus lima puluh delapan juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025.

BACA JUGA.

Polres Pesawaran Mulai Proses Pemeriksaan Kasus DD Bidang Hidroponik Desa Pekondoh

Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa daerah pesisir seperti Kelumbayan juga menjadi prioritas pembangunan. Jalan yang sebelumnya rusak parah dan sulit dilalui kini berubah menjadi jalur yang kuat dan aman, membuka akses ekonomi, pendidikan, serta sosial masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan di lapangan, proyek ini digerakkan oleh nama-nama yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi: Taufik sebagai pelaksana, Agung bagian Humas, serta didukung oleh Zainul dan Pathurrohim yang ikut mengawal dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
Masyarakat mengapresiasi hasil pekerjaan yang kini terlihat nyata manfaatnya. Tidak hanya memudahkan transportasi dan distribusi hasil pertanian dan perikanan, tapi juga memacu geliat ekonomi masyarakat di wilayah yang selama ini kerap tertinggal dari segi infrastruktur.
“Ini bukan sekadar jalan, tapi simbol perhatian dan kehadiran negara. Sekarang kami tidak merasa terisolir lagi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan pembangunan ini,” ungkap warga setempat penuh haru.
Dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, masyarakat optimis proyek ini akan selesai tepat waktu dengan kualitas yang membanggakan. Di tengah banyaknya kritik terhadap proyek-proyek yang mangkrak atau bermasalah, keberhasilan ini menjadi oase yang membesarkan harapan akan pembangunan yang berkeadilan dan merata.
NUKMAN.
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *