Oleh: Firdaus, Ketua Umum SMSI
Pada Jumat,  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) genap berusia delapan tahun. Perjalanan organisasi ini tidak lepas dari tantangan besar yang terus berkembang, terutama dalam menghadapi disrupsi multidimensi di dunia media.  
Tantangan Disrupsi dalam Industri Media
Disrupsi teknologi semakin kuat dan merambah ke berbagai aspek industri media, mulai dari bisnis, redaksi, jurnalisme, distribusi, hingga pemasaran. Persaingan antar-platform semakin luas, bukan hanya antar-perusahaan pers, tetapi juga dengan media sosial dan raksasa teknologi global seperti Google dan Facebook.
Fenomena pembajakan konten juga kian marak. Banyak pihak mengambil keuntungan dari konten media tanpa menghiraukan etika. Media cetak tergerus oleh televisi dan platform digital, sementara televisi sendiri kini menghadapi persaingan dari layanan seperti YouTube.

BACA JUGA.

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Dua Perangkat Desa Pekondoh Hari Ini Dijadwalkan Hadir di Polres Pesawaran

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) semakin memperumit situasi. AI kini mampu mendaur ulang informasi dan menyajikannya sebagai tulisan jurnalistik. Namun, banyak informasi yang dihasilkan **belum terverifikasi, sehingga mengancam prinsip jurnalisme berbasis fakta dan data.
SMSI: Hadir di Tengah Perubahan
SMSI lahir di tengah gelombang disrupsi, menjawab tantangan transformasi media sejak awal berdirinya pada 7 Maret 2017. Saat itu, banyak perusahaan media mengalami kebangkrutan, pekerja pers dirumahkan, dan industri harus beradaptasi dengan era digital.
Dalam situasi ini, media digital/siber menjadi solusi bagi banyak pekerja pers yang terdampak. SMSI pun hadir sebagai organisasi yang menaungi pengusaha media siber, menciptakan wadah bagi startup media yang terus berkembang.
Hari ini, dengan 2.700 anggota pengusaha media siber, SMSI semakin tangguh menghadapi persaingan. Jaringan bisnisnya meluas, tidak hanya dengan instansi pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan industri lainnya.
Tidak Hanya Mengikuti, Tapi Merancang Masa Depan  
SMSI tidak hanya bereaksi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berusaha merancang perubahan di depan. Sejak awal, SMSI telah mendorong jurnalisme yang berkualitas, dengan tetap mengandalkan verifikasi fakta, bukan sekadar mengandalkan informasi yang diolah oleh AI.
Organisasi ini terus mendukung awak media untuk bekerja langsung di lapangan, memastikan bahwa informasi yang disajikan akurat dan terpercaya.

BACA JUGA.

Inspektorat Pesawaran Diduga Lalai, Pengawasan Dana Desa Dipertanyakan

Sejarah Singkat SMSI  
SMSI didirikan oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai provinsi, digagas oleh Ketua PWI Banten saat itu, Firdaus. Setelah dideklarasikan, organisasi ini mendapat dukungan dari ketua-ketua PWI se-Indonesia, dan berkembang menjadi wadah bagi pengusaha media siber.
Pada 29 Mei 2020, SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers melalui SK Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020. Ini menjadikan SMSI sebagai bagian dari organisasi pers nasional yang diakui, sejajar dengan PWI, AJI, IJTI, SPS, PRSSNI, ATVLI, ATVSI, PFI, dan AMSI.
Dalam Rakernas SMSI 2020, organisasi ini menetapkan dua program utama:
1. Internal:
   – Pendataan dan verifikasi anggota di seluruh Indonesia
   – Penguatan infrastruktur SMSI hingga ke tingkat kota/kabupaten
   – Pengembangan newsroom nasional, salah satunya dengan meluncurkan siberindo.co
2. Eksternal:
   – Membangun hubungan dengan pemerintah untuk memperkuat tata kelola media
   – Menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan komunitas pers
   – Memperluas jaringan SMSI ke tingkat internasional
SMSI di Masa Depan  
Disrupsi teknologi tidak bisa dihindari, tetapi SMSI melihatnya sebagai peluang untuk berkembang. Organisasi ini terus beradaptasi, mengembangkan ekosistem media digital yang sehat, serta menjaga nilai-nilai jurnalisme yang kredibel dan bertanggung jawab.
Dengan semangat ini, SMSI optimistis menghadapi masa depan, terus memperkuat posisinya sebagai garda terdepan media siber di Indonesia.
(INS)
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *