Pesawaran Bintang Pesawaran – Sebuah aksi perampokan dengan modus pecah kaca mengguncang Masjid Taqwa di Kebagusan, Pesawaran, pada Kamis malam (13/2/2025). Kejadian ini menimpa seorang musafir yang sedang melaksanakan salat Maghrib. . M. Malik Purnama, korban dalam kejadian ini, sedang dalam perjalanan dari Bandar Lampung menuju Pringsewu. Ia memutuskan untuk berhenti sejenak di Masjid Taqwa untuk menunaikan ibadah salat Maghrib. Namun, siapa sangka, niat baiknya untuk beribadah berujung pada kejadian yang tidak menyenangkan. . “Saya berhenti di masjid untuk salat Maghrib. Mobil saya tinggal sebentar, hanya sekitar lima menit. Setelah kembali, saya melihat kaca mobil sudah pecah dan barang-barang berharga di dalam mobil raib,” ujar Malik dengan nada kecewa. . Adapun barang-barang yang hilang antara lain iPad, laptop, dua tas, dua dompet, dan uang tunai senilai Rp 15.888.500,-. Kerugian yang dialami Malik tidak hanya berupa materi, tetapi juga perasaan trauma akibat kejadian tersebut. . Malik segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Ia berharap pelaku perampokan dapat segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, terutama saat memarkirkan kendaraan di tempat umum. . Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil, meskipun hanya sebentar. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memarkirkan kendaraan di tempat yang aman dan mudah diawasi. Jika melihat atau mencurigai sesuatu, segera laporkan kepada pihak kepolisian. . Kejadian perampokan di Masjid Taqwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, selalu waspada dan berhati-hati adalah kunci untuk mencegah menjadi korban kejahatan. (BP). Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Pelapor Jelaskan Kasus Ini Belum Menyebut Dugaan Korupsi, Tetapi Pidana Murni, Berharap Proses Hukum yang Adil Skandal Dana Desa Tanjung Kerta: Kades Jamauddin Diduga Gelapkan Anggaran, Warga Ancam Aksi Besar