Pesawaran, – Pengerjaan proyek Talut Penahan Tebing (TPT) dan Normalisasi Sungai di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menuai kritik pedas dari warga. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar dan dikerjakan oleh CV. Delapan Belas Guna Mandiri itu dinilai asal jadi dan minim kualitas. Saat tim media melakukan pantauan langsung di lapangan, ditemukan bahwa talut tidak melekat atau menyatu dengan dinding tebing sungai. Talut tersebut hanya berdiri tegak di tepi sungai tanpa penimbunan yang memadai, sehingga menimbulkan rongga besar antara dinding talut dan tebing sungai. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait daya tahan bangunan, terutama jika menghadapi derasnya arus banjir. “Apa bisa kuat kalau banjir datang, bangunan seperti ini? Tidak menyatu dengan tebing dan tidak ditimbun untuk memperkuat strukturnya,” ungkap seorang warga pada Selasa (24/12/2024). BACA JUGA. Intel Kejari Pesawaran Diharapkan Segera Melimpahkan Berkas Kasus Gaji Perangkat Desa Pekondoh ke Fidsus Hal ini semakin mengundang kekecewaan warga karena selain mulai retak meski pengerjaan baru berlangsung kurang dari satu bulan, longsor juga sudah terjadi di area tebing. Kondisi ini diduga disebabkan oleh ketidaksesuaian standar pengerjaan, terutama karena talut tidak ditimbun untuk memberikan daya tahan lebih. Warga meminta Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, untuk segera turun tangan. Jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran atau praktik korupsi dalam proyek ini, masyarakat berharap kasus tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Proyek pemerintah yang seharusnya menjadi solusi penanggulangan bencana malah berpotensi menjadi ancaman baru akibat pengerjaan yang tidak maksimal. Masyarakat Desa Cilimus kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah dialokasikan. (DIN) Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Konflik Agraria di Lampung Memanas: Presiden Diminta Bertindak Tegas, Warga Desa Natar Terancam Kehilangan Hak Ketua PDIP Pesawaran, Endro S. Yahman, Lontarkan Statemen Terkait Penelantaran Pasien Rumah Sakit