Bandar Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu (LSMB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa (9/6/2026). Selain melakukan aksi, massa juga menyerahkan surat permohonan audiensi kepada Kejati Lampung guna meminta kejelasan dan transparansi penanganan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret nama Nanda Indira. Koordinator aksi, Rustam Effendi, mengatakan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan aspirasi di depan Kejati Lampung. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum terdapat kejelasan terkait perkembangan penanganan dugaan TPPU tersebut. “Puluhan kali kami melakukan aksi di depan Kejati Lampung. Hari ini kami juga memasukkan surat audiensi untuk meminta transparansi dan kejelasan hukum terkait dugaan TPPU Nanda Indira agar perkara ini menjadi terang benderang,” ujar Rustam Effendi. BACA JUGA. Tingkatkan BUMDES, Pemkab Lamsel jajaki kolaborasi bersama BCF LSMBLampung: Penetapan Kepala BGN Jadi Tersangka Jadi Sorotan, Minta Kejagung UsutDugaan Korupsi MBG Secara Menyeluruh Rustam mengungkapkan, dalam fakta persidangan terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran Tahun 2022, mantan kepala dinas terkait disebut mengakui bahwa tanda tangannya telah dipalsukan dalam dokumen proyek tersebut. Selain persoalan SPAM, massa aksi juga menyoroti perkembangan penanganan hukum terhadap Nanda Indira yang dinilai berjalan lambat. Padahal, menurut mereka, penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung telah melakukan penyitaan sejumlah aset, antara lain sekitar 40 tas bermerek serta beberapa Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan nilai yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. “Dari mana asal kekayaan tersebut? Kejati telah menyita aset-aset mewah atas nama Nanda Indira, namun mengapa perkara ini belum berlanjut ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang? Kami mendesak Kejati Lampung agar tetap profesional dan segera membuka asal-usul kekayaan tersebut kepada publik,” tegas Rustam. (Tim) Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Pos Sebelumnya Gebyar Perpisahan SD Negeri 1 Tanjung Rusia Meriah, 13 Siswa Kelas VI Dilepas ke Jenjang SMP.