Meulaboh,  — Kelompok Wanita Tani (KWT) Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, kembali menunjukkan semangat gotong royong dan inovasi dalam dunia pertanian. Kali ini, mereka tengah memanfaatkan bak ngom atau mensiang — jenis tanaman liar yang tumbuh subur di sekitar sawah — sebagai bahan mulsa alami untuk kebun bawang merah mereka.
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung hari ini (27/7), di mana ibu-ibu KWT bersama warga mengangkut bak ngom ke lokasi lahan yang akan ditanami bawang merah. Tanaman tersebut sebelumnya dipotong menggunakan mesin pemotong rumput oleh salah seorang warga yang bertugas di area sawah Gampong Ladang.
“Pemanfaatan bak ngom ini masih dalam tahap uji coba sebagai mulsa alami di kebun bawang. Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta memperbaiki struktur tanah agar kesuburan tetap terjaga secara ramah lingkungan,” ujar Keuchik Gampong Ladang, Chairul Musca, saat ditemui di lokasi kegiatan.

BACA JUGA.

Proyek SPAM Rp8 Miliar Gagal, LSM KPK-RI DPD Lampung Akan Surati KPK Pusat dan Presiden Minta Turun Periksa Dugaan Korupsi

Menurutnya, selain membantu keberhasilan budidaya bawang merah, metode ini juga menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan.
Ketua KWT Gampong Ladang, Maryani, menambahkan bahwa kegiatan tanam bawang ini merupakan kali keempat dilakukan oleh kelompoknya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Universitas Teuku Umar (UTU) yang telah memberikan dukungan berupa bibit bawang unggul, pupuk, serta alat semprot (syomprotan).
“Alhamdulillah, ini sudah tanam bawang yang keempat kalinya. Kami mendapat bantuan dari dosen-dosen UTU. Harapan kami, kekompakan dan semangat berkebun ini bisa terus berlanjut untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya penuh semangat.
Langkah-langkah yang dilakukan KWT Gampong Ladang ini tidak hanya menjadi contoh inovasi lokal berbasis kearifan lingkungan, tetapi juga membangkitkan semangat pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian desa.
Muhibbul.
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *