Pesawaran – Sejumlah jamaah salawatan di Lapangan Desa Roworejo, Kecamatan Negri Katon, Kabupaten Pesawaran, mengungkapkan kekecewaannya setelah acara yang digelar pada Jumat malam (22/11) diselingi kegiatan kampanye pasangan calon (paslon) nomor 2, Nanda dan Antonius.
“Saya kecewa. Kami datang untuk bersolawat, bukan menghadiri kampanye politik,” ujar salah satu jamaah yang meminta namanya dirahasiakan.
Menurut keterangan beberapa jamaah, acara yang awalnya dikira murni keagamaan tersebut ternyata disusupi agenda politik. Hal ini memicu sejumlah jamaah meninggalkan lokasi sebelum acara selesai. Ketidakpuasan kian memuncak saat Nanda menyampaikan pidatonya di atas panggung, yang diiringi suara gumaman kecewa dari arah jamaah.
“Awalnya kami tidak tahu ini acara politik. Setelah sadar ini kampanye, banyak yang kecewa dan memilih pulang,” ungkap salah seorang jamaah lainnya.
Kekecewaan semakin mencuat ketika sebagian jamaah spontan meneriakkan dukungan kepada paslon lain, yakni Arisandi, calon nomor 1. Beberapa dari mereka juga melontarkan kritik terhadap panitia yang dianggap tidak transparan dalam menyelenggarakan acara.
Panitia hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kritik tersebut. Kegiatan salawatan yang disisipi kampanye ini memicu kritik luas karena dianggap mencampurkan agenda keagamaan dengan politik praktis.
“Kalau acaranya murni keagamaan, pasti jamaah tetap bertahan sampai akhir. Tapi ini malah diselipkan kampanye. Kami merasa tertipu,” kata seorang warga yang hadir di lokasi.
Acara yang awalnya dirancang untuk mempererat silaturahmi dan memperdalam spiritualitas ini justru menjadi perdebatan karena adanya unsur politik. Banyak pihak menilai langkah ini mencederai niat mulia dari kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, baik paslon nomor 2 maupun panitia penyelenggara belum memberikan klarifikasi terkait tudingan dari jamaah yang merasa kecewa. Situasi ini menambah polemik di tengah masa kampanye yang seharusnya berlangsung kondusif dan transparan.
Share this...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *