Selasa,24/3/2026 Bakauheni, Lampung Selatan-Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Heru. GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa. “Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi. Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume. Perjalanan Balik Lebih AwalASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan. Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen. Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal sehingga perjalanan arus balik berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.(*/EDIMIRZAH) Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Tertib Lancar,H+1 arus balik lebaran 2026 Sumatera -Jawa Mulai meningkat Lebaran Idul fitri 2026,Total Penumpang Sumatra -Jawa H+2 meningkat 51% dibanding tahun lalu