Bandar Lampung – Aroma dugaan aliran dana mencurigakan di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mulai menyeruak ke permukaan. Sumber internal menyebut, Inspektorat Lampung kini tengah turun tangan menyelidiki aliran uang yang diduga mengalir dari gerai-gerai Samsat Rajabasa ke sejumlah oknum pejabat. Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, aliran dana tersebut disebut-sebut masuk ke kantong seorang pejabat di bagian Penetapan Pajak Samsat Rajabasa, berinisial TIF alias Am. Lebih lanjut, koordinasi dana tersebut diduga tidak berhenti di TIF, namun mengalir secara berjenjang ke pejabat di UPT Samsat Rajabasa berinisial BB, lalu diteruskan ke pejabat di Bapenda Provinsi Lampung dengan inisial SI. BACA JUGA. Dapat Dukungan Ormas, Program Sekolah Gratis Walikota Bandar Lampung Tuai Apresiasi dan Harapan Rakyat Menariknya, seluruh gerai di bawah naungan Samsat Rajabasa ini rutin melakukan koordinasi tiap Sabtu sore atau Senin sore. Koordinasi inilah yang disebut-sebut menjadi pintu masuk pengumpulan setoran yang kemudian dilaporkan secara berjenjang. Tercatat setidaknya terdapat 9 gerai aktif di bawah pengawasan Samsat Rajabasa yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung. Beberapa gerai tersebut antara lain: Gerai Moka Gerai Candra Samling 2 UPC Rajabasa Kontainer Panjang Gerai Mall Bumi Kedaton Gerai Pemkot Bandar Lampung Dugaan kuat menyebut bahwa sistem setoran tidak hanya berjalan di Bandar Lampung, namun menjalar hingga ke beberapa kantor cabang Samsat di kabupaten-kabupaten lain se-Lampung, yang juga diduga berkoordinasi langsung dengan pejabat Bapenda berinisial SI. BACA JUGA. Kejari Pringsewu Tuai Apresiasi Berkat Keberhasilan Usut Kasus Bimtek, Sementara Kejari Pesawaran Dinilai Lamban Tangani Proyek SPAM Gagal di dua Kecamatan. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Inspektorat Provinsi Lampung, Bayana, belum memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 13 Juli 2025, belum ada balasan atas pertanyaan seputar dugaan penanganan kasus aliran dana dari gerai-gerai Samsat tersebut. Publik kini menanti sikap tegas dari Inspektorat dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menuntaskan dugaan skandal yang mencoreng kredibilitas lembaga pelayanan publik ini. Hendrik Iskandar. Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos Dapat Dukungan Ormas, Program Sekolah Gratis Walikota Bandar Lampung Tuai Apresiasi dan Harapan Rakyat Gunung Desa Babakan Loa Dijarah Tambang Ilegal, Negara Rugi Miliaran, Menteri ESDM dan APH Diminta Bertindak