Pesawaran — Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Kedondong dan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, yang diharapkan menjadi solusi kebutuhan air bersih masyarakat, kini justru berubah menjadi sorotan tajam. Dugaan korupsi di balik proyek tersebut semakin kuat setelah proyek bernilai miliaran rupiah itu gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Menanggapi persoalan ini, tokoh masyarakat Pesawaran, Mu’allim Taher, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut. Ia secara khusus menyoroti Firman Rusli, yang saat proyek berlangsung menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran, dan meminta agar Firman bertanggung jawab penuh atas kegagalan proyek SPAM tersebut. BACA JUGA Empat Perangkat Desa Pekondoh Akui Pakai Ijazah Palsu, Sebut Kades Firlizani dan Eks Sekdes Nukman Diduga Ikut Terlibat “Sebagai Kepala Dinas PUPR saat itu, Firman Rusli harus bertanggung jawab. Kami mendesak Kejari Pesawaran untuk segera memanggil dan memeriksa beliau. Jika ada penyimpangan, harus ada tindakan hukum yang tegas,” tegas Mu’allim Taher kepada media, Senin (28/4/2025). Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proyek SPAM di Kedondong dan Way Khilau dikerjakan dengan kualitas buruk dan tidak sesuai spesifikasi. Akibatnya, instalasi air minum yang dibangun tidak berfungsi maksimal, meski dana proyek dilaporkan hampir terserap 100 persen, menimbulkan dugaan kerugian negara yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Mu’allim Taher juga mengungkapkan bahwa sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan proyek SPAM ini sudah dipenuhi banyak kejanggalan. Ia menilai, kegagalan proyek bukanlah semata-mata kelalaian teknis, melainkan ada indikasi kuat praktik korupsi yang melibatkan pihak-pihak tertentu. BACA JUGA. Hasil Pemeriksaan Bukti Pembanding Kasus Ijazah Palsu Pekondoh Masih Nihil, Penyidik Dinilai Lamban “Ini bukan hanya soal proyek gagal, tetapi juga soal dugaan perampasan uang rakyat. Kami ingin Kejari Pesawaran membuktikan keberanian dan profesionalismenya dalam membongkar kasus ini tanpa pandang bulu,” tambahnya. Hingga berita ini diterbitkan, Kejari Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan atau harapan masyarakat, begitu pula Firman Rusli yang belum memberikan klarifikasi atas desakan pertanggungjawaban tersebut. Masyarakat Pesawaran kini menanti langkah konkret aparat penegak hukum dalam mengungkap kebenaran di balik proyek SPAM yang gagal ini, sebagai bentuk komitmen dalam memberantas korupsi di daerah. INS Share this... Whatsapp Facebook Navigasi pos SMSI Pesawaran Audiensi ke DPRD, Bangun Sinergi untuk Transparansi dan Literasi Informasi Proyek SPAM Tahun 2022 Gagal, Tercium Dugaan Korupsi DAK Rp8 Miliar dan Pungutan Rp300 Ribu per KK